Selasa, 22 Desember 2015


 METODE ILMIAH
KD                  1.4 Memahami struktur, konsep, dan metode keilmuan IPA SD/MI
Indikator        1.4.1 Terampil melakukan kerja ilmiah

Pengertian Kerja Ilmiah
  Kerja ilmiah adalah merupakan cara kerja yang dipakai para ilmuwan untuk memecahkan masalah dengan cara menerapkan metode ilmiah
  Metode ilmiah adalah langkah-langkah sistematis yang dilakukan oleh para ilmuwan untuk melakukan penelitian

Langkah-langkah Metode Ilmiah
  1. Menentukan permasalahan yang akan dipecahkan
  2. Mengumpulkan data yang berhubungan dengan permasalahan
  3. Menentukan hipotesis (prediksi) terhadap permasalahan
  4. Melakukan eksperimen untuk menguji hipotesis
  5. Menganalisa data hasil eksperimen
  6. Menarik kesimpulan
  7. Menguji kembali hasil kesimpulan

Persiapan perencanaan sebelum percobaan
  1. Menetapkan landasan teori yang diperlukan
  2. Menetapkan tujuan percobaan
  3. Menentukan alat dan bahan yang digunakan
  4. Menetapkan waktu dan tempat
  5. Menetapkan prosedur atau langkah percobaan dan mempersiapkan tabel untuk mencatat data hasil pengamatan
Variabel
  1. Variabel bebas /manipulatif adalah faktor yang sengaja dibuat berbeda atau diubah
  2. Variabel terikat /respon adalah variabel yang diperoleh dari variabel lain
  3. Variabel kontrol adalah variabel yang harus dikendalikan
  4. Variabel pengganggu adalah faktor yang dapat mempengaruhi hasil percobaan, tetapi tidak dapat diperkirakan sebelumnya
Dari pengamatan yang dilakukan, diperoleh hasil yang disebut data. Terdapat dua (2) macam data, yaitu:
1.      Data kualitatif yaitu data yang disajikan tidak dalam bentuk angka.
2.      Data kuantitatif yaitu data yang disajikan dalam bentuk angka.
Hasil dan kesimpulan dari percobaan atau pengamatan dilaporkan dalam suatu jurnal yang disebut jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah adalah majalah yang memuat artikel atau tulisan yang berisi laporan hasil penelitian. Bentuk jurnal ilmiah beragam, ada yang terbit mingguan, bulanan atau tiga bulan sekali. Dengan berkembangnya IPTEK jurnal ilmiah dapat dilihat melalui internet.

Sikap Ilmiah
  1. Jujur mengungkapkan fakta
  2. Berpendapat secara ilmiah dan berpikir kritis
  3. Mempunyai keingintahuan yang tinggi
  4. Bisa membedakan antara opini dan pendapat ilmiah (objektif)
  5. Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan ilmiah
  6. Disiplin, tekun, dan peduli terhadap lingkungan
  7. Bisa bekerjasama secara tim

Mengomunikasikan Hasil Penelitian
Langkah selanjutnya yang kamu lakukan setelah mendapatkan kesimpulan dari penelitian adalah mengomunikasikan hasil penelitian. Suatu hasil penelitian dapat dikomunikasikan secara lisan atau tulisan. Bentuk-bentuk mengomunikasikan hasil penelitian secara lisan, yaitu diskusi kelas atau seminar ilmiah. Adapun bentuk mengomunikasikan hasil penelitian secara tertulis, yaitu laporan penelitian, makalah ilmiah, atau karya tulis.
Suatu laporan penelitian biasanya terdiri dari bagian-bagian berikut.
1. Halaman Judul Penelitian
Pada halaman judul penelitian biasanya berisi judul penelitian, nama peneliti, kelas, sekolah, alamat sekolah, serta tahun pembuatan laporan penelitian.
2. Pendahuluan
Pada pendahuluan biasanya terdapat latar belakang penelitian dan gagasan yang dibuat beserta hipotesisnya.
3. Tujuan Penelitian
Pada bagian ini berisi tujuan penelitian yang kamu lakukan.
4. Alat dan Bahan
Pada bagian ini berisi alat dan bahan kimia yang digunakan.
5. Langkah Kerja
Berisi penjelasan dan langkah-langkah penelitian yang dilakukan.
6. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Berisi hasil penelitian dan penjelasan dari hasil penelitian yang kamu lakukan.
7. Kesimpulan
Berisi kesimpulan yang kamu dapatkan dari hasil percobaan.
8. Daftar Pustaka
Berisi referensi yang mendukung penelitian yang kamu lakukan.

Contoh Laporan Hasil Pengamatan
Judul:
Pengaruh pemberian pupuk urea terhadap morfologi tanaman kacang tanah
Permasalahan:
Adakah pengaruh pemberian pupuk urea terhadap morfologi (pertumbuhan) tanaman kacang tanah?
Kerangka Berpikir:
Pupuk urea sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur-unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman. Jika tanaman diberi pupuk urea yang sesuai dengan kebutuhannya, tanaman kacang tanah dapat tumbuh dengan subur. Hal ini dapat diamati          pada morfologi tanaman seperti tinggi tanaman x jumlah daun.
Variabel:
Variabel bebas : jumlah pupuk urea yang diberikan pada tanaman kacang tanah.
Variabel terikat : morfologi tanaman kacang tanah seperti tinggi.
Variabel kontrol: tanah, air, dan suhu.
Alat dan Bahan:
1. pot,                          6. biji kacang tanah,
2. polybag kecil,          7. air,
3. cetok/skop               8. pupuk organik (kompos),
4. pupuk urea,              9. pasir, dan
5. sendok,                    10. tanah.
Langkah-Langkah Penelitian:
1.      Menyiapkan polybag kecil untuk 3 perlakuan dan 1 kontrol. Masing-masing 5 kali pengulangan. Jadi, jumlahnya 20 polybag.
2.      Tiap-tiap polybag diisi dengan kerikil di bagian bawah, ditambah campuran pupuk organik dan pasir dengan perbandingan 1 : 1.
3.      Menyiapkan biji kacang tanah.
4.      Memasukkan satu biji kacang tanah ke dalam tiap-tiap polybag.
5.      Setelah tanaman berumur 1 minggu, berilah pupuk urea ke dalam polybag dengan jumlah yang berbeda untuk setiap perbedaannya.
Perlakuan 1 : 5 gram urea dengan 5 kali pengulangan selama 1 bulan.
Perlakuan 2 : 10 gram urea dengan 5 kali pengulangan selama 1 bulan.
Perlakuan 3 : 15 gram urea dengan 5 kali pengulangan selama 1 bulan.
6.  Ukurlah tinggi tanaman pada tiap-tiap perlakuan.
7. Letakkan polybag yang berisi kacang tanah tersebut di tempat yang mendapatkan sinar matahari.
8. Siramlah setiap hari, pagi dan sore, dan hindarkan dari gangguan penyakit.
9. Apakah ada perbedaan tinggi tanaman antara perlakuan 1 sampai perlakuan 3?
10. Bagaimana jika tinggi tanaman dibandingkan dengan kontrol? Apakah ada perbedaan?
 11. Buatlah table hasil pengamatan!
Jumlah pupuk urea (gram)
Tinggi tanaman (cm)
Rata-rata
1
2
3
4
5
0
3
4
5
6
7
5
5
3
5
9
13
15
9
10
3
8
10
13
16
10
15
3
10
13
16
20
12,4

12. Tariklah suatu kesimpulan!
            Kesimpulan : pertumbuhan kacang tanah dipengaruhi oleh jumlah pupuk yang diberikan. Semakin banyak pupuk maka tanaman semakin subur.





Sumber:
1.   Sugiarto, Teguh, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 1 : untuk SMP/MTs/ kelas VII.             Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
2.   Wasis. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 1 : untuk SMP/MTs/ kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
3.      Sulistyorini, Ari. 2009. Biologi 1: Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Jakarta: PT. Balai Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar