METODE ILMIAH
KD
1.4 Memahami
struktur, konsep, dan metode keilmuan IPA SD/MI
Indikator
1.4.1 Terampil melakukan kerja
ilmiah
|
Kerja
ilmiah adalah merupakan cara kerja yang dipakai para ilmuwan untuk memecahkan
masalah dengan cara menerapkan metode ilmiah
Metode
ilmiah adalah langkah-langkah sistematis yang dilakukan oleh para ilmuwan untuk
melakukan penelitian
Langkah-langkah Metode
Ilmiah
- Menentukan permasalahan yang akan dipecahkan
- Mengumpulkan data yang berhubungan dengan permasalahan
- Menentukan hipotesis (prediksi) terhadap permasalahan
- Melakukan eksperimen untuk menguji hipotesis
- Menganalisa data hasil eksperimen
- Menarik kesimpulan
- Menguji kembali hasil kesimpulan
Persiapan perencanaan
sebelum percobaan
- Menetapkan landasan teori yang diperlukan
- Menetapkan tujuan percobaan
- Menentukan alat dan bahan yang digunakan
- Menetapkan waktu dan tempat
- Menetapkan prosedur atau langkah percobaan dan mempersiapkan tabel untuk mencatat data hasil pengamatan
Variabel
- Variabel bebas /manipulatif adalah faktor yang sengaja dibuat berbeda atau diubah
- Variabel terikat /respon adalah variabel yang diperoleh dari variabel lain
- Variabel kontrol adalah variabel yang harus dikendalikan
- Variabel pengganggu adalah faktor yang dapat mempengaruhi hasil percobaan, tetapi tidak dapat diperkirakan sebelumnya
Dari pengamatan yang dilakukan,
diperoleh hasil yang disebut data. Terdapat dua (2) macam data, yaitu:
1.
Data kualitatif yaitu data
yang disajikan tidak dalam bentuk angka.
2.
Data kuantitatif yaitu
data yang disajikan dalam bentuk angka.
Hasil dan kesimpulan dari percobaan
atau pengamatan dilaporkan dalam suatu jurnal yang disebut jurnal ilmiah.
Jurnal ilmiah adalah majalah yang memuat artikel atau tulisan yang berisi
laporan hasil penelitian. Bentuk jurnal ilmiah beragam, ada yang terbit
mingguan, bulanan atau tiga bulan sekali. Dengan berkembangnya IPTEK jurnal
ilmiah dapat dilihat melalui internet.
Sikap Ilmiah
- Jujur mengungkapkan fakta
- Berpendapat secara ilmiah dan berpikir kritis
- Mempunyai keingintahuan yang tinggi
- Bisa membedakan antara opini dan pendapat ilmiah (objektif)
- Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan ilmiah
- Disiplin, tekun, dan peduli terhadap lingkungan
- Bisa bekerjasama secara tim
Mengomunikasikan
Hasil Penelitian
Langkah selanjutnya yang kamu lakukan setelah
mendapatkan kesimpulan dari penelitian adalah mengomunikasikan hasil
penelitian. Suatu hasil penelitian dapat dikomunikasikan secara lisan atau
tulisan. Bentuk-bentuk mengomunikasikan hasil penelitian secara lisan, yaitu
diskusi kelas atau seminar ilmiah. Adapun bentuk mengomunikasikan hasil
penelitian secara tertulis, yaitu laporan penelitian, makalah ilmiah, atau karya
tulis.
Suatu
laporan penelitian biasanya terdiri dari bagian-bagian berikut.
1.
Halaman Judul Penelitian
Pada halaman judul
penelitian biasanya berisi judul penelitian, nama peneliti, kelas, sekolah,
alamat sekolah, serta tahun pembuatan laporan penelitian.
2.
Pendahuluan
Pada pendahuluan
biasanya terdapat latar belakang penelitian dan gagasan yang dibuat beserta
hipotesisnya.
3.
Tujuan Penelitian
Pada bagian ini berisi
tujuan penelitian yang kamu lakukan.
4.
Alat dan Bahan
Pada bagian ini berisi
alat dan bahan kimia yang digunakan.
5.
Langkah Kerja
Berisi penjelasan dan
langkah-langkah penelitian yang dilakukan.
6.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Berisi hasil penelitian
dan penjelasan dari hasil penelitian yang kamu lakukan.
7.
Kesimpulan
Berisi kesimpulan yang
kamu dapatkan dari hasil percobaan.
8.
Daftar Pustaka
Berisi referensi yang
mendukung penelitian yang kamu lakukan.
Contoh Laporan Hasil
Pengamatan
Judul:
Pengaruh pemberian pupuk urea terhadap morfologi tanaman kacang tanah
Permasalahan:
Adakah pengaruh pemberian pupuk urea terhadap morfologi (pertumbuhan) tanaman kacang tanah?
Kerangka Berpikir:
Pupuk urea sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung
unsur-unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman. Jika tanaman diberi pupuk
urea yang sesuai dengan kebutuhannya, tanaman kacang tanah dapat tumbuh dengan
subur. Hal ini dapat diamati pada
morfologi tanaman seperti tinggi tanaman x jumlah daun.
Variabel:
Variabel bebas : jumlah pupuk urea yang diberikan pada tanaman kacang
tanah.
Variabel terikat : morfologi tanaman kacang tanah seperti tinggi.
Variabel kontrol: tanah, air, dan suhu.
Alat
dan Bahan:
1. pot, 6.
biji kacang tanah,
2. polybag kecil, 7.
air,
3. cetok/skop 8.
pupuk organik (kompos),
4. pupuk urea, 9.
pasir, dan
5. sendok, 10.
tanah.
Langkah-Langkah
Penelitian:
1.
Menyiapkan polybag kecil
untuk 3 perlakuan dan 1 kontrol. Masing-masing 5 kali pengulangan. Jadi,
jumlahnya 20 polybag.
2.
Tiap-tiap polybag diisi
dengan kerikil di bagian bawah, ditambah campuran pupuk organik dan pasir
dengan perbandingan 1 : 1.
3.
Menyiapkan biji kacang
tanah.
4.
Memasukkan satu biji kacang
tanah ke dalam tiap-tiap polybag.
5.
Setelah tanaman berumur 1
minggu, berilah pupuk urea ke dalam polybag dengan jumlah yang berbeda untuk
setiap perbedaannya.
Perlakuan 1
: 5 gram urea dengan 5 kali pengulangan selama 1 bulan.
Perlakuan 2
: 10 gram urea dengan 5 kali pengulangan selama 1 bulan.
Perlakuan 3
: 15 gram urea dengan 5 kali pengulangan selama 1 bulan.
6. Ukurlah tinggi tanaman
pada tiap-tiap perlakuan.
7. Letakkan polybag yang berisi kacang tanah tersebut di tempat
yang mendapatkan sinar matahari.
8. Siramlah setiap hari, pagi dan sore, dan hindarkan dari gangguan
penyakit.
9. Apakah ada perbedaan tinggi tanaman antara perlakuan 1 sampai perlakuan 3?
10. Bagaimana jika tinggi tanaman dibandingkan dengan kontrol? Apakah
ada perbedaan?
11. Buatlah table hasil pengamatan!
Jumlah pupuk urea (gram)
|
Tinggi tanaman (cm)
|
Rata-rata
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
0
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
5
|
5
|
3
|
5
|
9
|
13
|
15
|
9
|
10
|
3
|
8
|
10
|
13
|
16
|
10
|
15
|
3
|
10
|
13
|
16
|
20
|
12,4
|
12.
Tariklah suatu kesimpulan!
Kesimpulan : pertumbuhan kacang
tanah dipengaruhi oleh jumlah pupuk yang diberikan. Semakin banyak pupuk maka tanaman
semakin subur.
Sumber:
1.
Sugiarto, Teguh, dkk.
2008. Ilmu Pengetahuan Alam 1 : untuk SMP/MTs/ kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
2.
Wasis. 2008. Ilmu
Pengetahuan Alam 1 : untuk SMP/MTs/ kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
3.
Sulistyorini, Ari. 2009.
Biologi 1: Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Jakarta: PT.
Balai Pustaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar