KALOR
Pengertian Kalor
Apakah yang dimaksud dengan kalor? Untuk
menjelaskan pengertian kalor, perhatikan kejadian yang sering terjadi dalam
kehidupan sehari-hari. Ketika sendok dimasukkan ke dalam secangkir kopi panas,
sendok menjadi hangat dan kopi panasnya menjadi berkurang. Hal ini karena kalor
mengalir dari kopi panas (suhu lebih tinggi) ke sendok (suhu lebih rendah).
Apabila secangkir kopi panas itu dibiarkan di atas meja, lama-kelamaan kopi
panas itu akan menjadi dingin dengan sendirinya. Hal ini karena kalor mengalir
dari kopi panas (suhu lebih tinggi) ke lingkungan sekitarnya (suhu lebih
dingin). Kalor berhenti mengalir apabila suhu kopi panas sama dengan suhu
lingkungannya. Jadi, apabila dua benda bersentuhan secara alamiah kalor berpindah
dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah. Kalor
akan berhenti berpindah apabila suhu kedua benda itu sama. Dapatkah kalian
memberikan beberapa contoh yang menunjukkan perpindahan kalor secara alamiah?
Interaksi antara sendok
dan kopi panas serta kopi panas dan lingkungannya yang menyebabkan perubahan
suhu pada dasarnya merupakan perpindahan energi dari satu benda ke benda lain.
Perpindahan energi yang hanya terjadi karena perbedaan suhu disebut aliran
kalor atau perpindahan kalor. Pada peristiwa ini energi yang dipindahkan berupa
panas. Jadi, kesimpulannya, kalor adalah energi yang berpindah dari satu benda
ke benda lain karena adanya perbedaan suhu.
Pengaruh Kalor Pada Zat
Apakah yang terjadi apabila zat diberi kalor? Untuk menjawab pertanyaan ini kalian dapat
melakukan Kegiatan 1.
|
Alat dan Bahan
Gelas kimia,
termometer skala Celsius, pembakar spiritus, kaki tiga, kawat kasa, dan
beberapa pecahan es batu
Prosedur Percobaan
- Masukkan beberapa pecahan es batu ke dalam gelas kimia. Ukurlah suhu awal es batu dengan termometer. Tempatkan gelas kimia di atas kaki tiga dengan menggunakan alas kawat kasa.
- Panaskan gelas kimia yang telah berisi pecahan-pecahan es batu dengan menggunakan pembakar spiritus.
- Amati perubahan angka pada termometer sambil mengamati perubahan yang terjadi pada es batu mulai dari bentuk padat, cair, dan akhirnya mendidih.
- Bagaimanakah kesimpulan kalian tentang pengaruh kalor pada zat?
Berdasarkan
Kegiatan 1 dapat disimpulkan bahwa ketika kalor diberikan pada sejumlah es batu
(wujud padat), suhu es naik sampai mencapai titik leburnya (kira-kira 0oC).
Ketika es melebur menjadi air, suhu
tetap 0oC sampai seluruh es melebur. Apabila kalor telur diberikan,
suhu air terus meningkat sampai mencapai titik didih 100oC.
Berdasarkan Kegiatan 1 dapat disimpulkan bahwa pemberian kalor pada zat dapat
menyebabkan perubahan suhu zat dan perubahan wujud zat.
Apakah Satuan Kalor?
Satuan kalor adalah kalori.
Satuan ini didefinisikan berdasarkan perubahan suhu pada zat. Satu kalori (1
kal) didefinisikan sebagai jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu
satu gram air dari 14,5oC menjadi 15,5oC. Satuan lain
yang sering digunakan adalah kilokalori (kkal), dengan 1 kkal = 1.000 kal. Dengan mengingat kalor adalah energi yang
berpindah, maka ada hubungan antara satuan kalor dan satuan energi. Berdasarkan
percobaan, diperoleh 1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori. Perlu
diketahui, satuan kalor dalam sistem SI adalah joule (J).
Hubungan antara Kalor dan Perubahan Suhu
Secara alamiah
kalor selalu mengalir dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang
bersuhu lebih rendah. Perpindahan kalor sering diikuti oleh kenaikan suhu
benda. Apabila terjadi kenaikan suhu, jumlah kalor yang diterima oleh benda selalu sebanding dengan kenaikan suhu benda itu. Untuk
membuktikannya, kalian dapat melakukan Kegiatan 2 di bawah ini.
|
Alat dan Bahan
Gelas kimia, termometer skala Celsius, statif, pembakar
spiritus, kaki tiga, kawat kasa, dan air 50 mL
Prosedur Percobaan
- Tuangkan
air ke dalam gelas kimia dan catatlah suhunya. Selanjutnya, letakkan gelas
kimia di atas kaki tiga dengan menggunakan alas kawat kasa.
- Pasang termometer pada statif dan masukkan termometer ke dalam air.
- Panaskan
air dengan menggunakan pembakar spiritus.
- Amati suhunya untuk setiap selang waktu 1 menit. Tulislah hasil pengamatan kalian pada Tabel Pengamatan.
Tabel Pengamatan
|
Waktu (menit)
|
Suhu (oC)
|
|
0
|
28
|
|
1
|
30
|
|
2
|
33
|
|
3
|
…
|
|
4
|
…
|
|
5
|
…
|
|
6
|
…
|
- Apakah kesimpulan kalian?
Berdasarkan Kegiatan 2 dapat
disimpulkan bahwa semakin lama waktu pemanasan kenaikan suhu air semakin besar.
Pemanasan yang semakin lama menunjukkan bahwa jumlah kalor yang diterima zat
(air) juga semakin besar. Jadi, jumlah kalor yang diterima zat sebanding dengan
perubahan suhunya. Artinya, apabila kalor yang diterima semakin besar perubahan
suhunya juga semakin besar.
Hubungan antara Kalor dan
Massa Zat
Bagaimanakah hubungan antara kalor dan massa zat? Untuk menjawab pertanyaan
ini, kalian dapat melakukan Kegiatan 2 di atas, tetapi dengan massa air yang
berbeda. Misalnya, menggunakan air sebanyak 50 mL dan 100 mL. Apabila
masing-masing air dipanaskan dengan pemanas yang sama, air manakah yang
mencapai suhu 40oC terlebih dahulu? Benar. Air sebanyak 50 mL
membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mencapai suhu 40oC.
Artinya, air sebanyak 100 mL membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai
suhu 40oC. Pemanasan yang semakin lama menunjukkan jumlah kalor yang
diterima air juga semakin banyak. Sebaliknya, pemanasan yang lebih singkat
menunjukkan jumlah kalor yang diterima juga semakin sedikit. Jadi, jumlah kalor
sebanding dengan massa benda. Semakin besar massa benda, semakin besar pula
jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda benda itu. Semakin
besar massa benda, semakin besar pula jumlah kalor yang diperlukan untuk
menaikkan suhu benda. Semakin kecil massa benda, semakin kecil pula jumlah kalor
yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda itu.
Hubungan antara Kalor dan Jenis Zat
Waktu yang
dibutuhkan berbagai jenis zat untuk menaikkan suhu yang sama ternyata
berbeda-beda. Apabila air 20 mL dan minyak goreng 20 mL yang mula-mula bersuhu
25oC dipanaskan dengan alat pemanas yang sama, minyak goreng akan
lebih cepat mencapai suhu 40oC daripada air. Untuk membuktikannya,
kalian dapat melakukan Kegiatan 3 di bawah ini.
|
Alat dan Bahan
Gelas kimia (2 buah), termometer
skala Celsius (2 buah), statif (2 buah), pembakar spiritus (2 buah), kaki tiga
(2 buah), kawat kasa (2 buah), serta air dan minyak goreng masing-masing 50 mL
Prosedur Percobaan
- Tuangkan 50 mL air dan 50 mL minyak goreng masing-masing ke dalam gelas kimia dan catatlah suhunya. Selanjutnya, letakkan gelas kimia di atas kaki tiga dengan menggunakan alas kawat kasa.
- Pasanglah termometer pada statif dan masukkan termometer ke dalam air. Hal yang sama, lakukanlah untuk minyak goreng.
- Panaskan masing-masing gelas kimia dengan menggunakan pembakar spiritus yang memiliki kemampuan pembakaran yang sama.
- Berapakah waktu yang diperlukan setiap zat cair untuk mencapai suhu 40oC?
Jika Kegiatan 3 dilakukan dengan
teliti, ternyata air membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu 40oC.
Artinya, untuk mencapai suhu 40oC air membutuhkan kalor lebih banyak
daripada minyak goreng. Dengan demikian, jumlah kalor yang dibutuhkan untuk
menaikkan suhu zat bergantung pada jenis zat. Perbedaan jumlah kalor ini
disebabkan oleh sifat khas yang dimiliki oleh air dan minyak goreng. Dalam
fisika, sifat khas ini dinamakan kalor jenis dengan simbol c. Jadi, air dan minyak goreng memiliki kalor jenis yang berbeda.
Berdasarkan
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menaikkan suhu suatu zat
bergantung pada tiga faktor, yaitu: perubahan suhu, massa zat, dan kalor jenis.
Uraian di atas juga menunjukkan bahwa jumlah kalor (Q) yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebanding dengan
massa benda (m) dan sebanding dengan
kenaikan suhu (Dt). Secara matematis, ditulis
Apakah satuan kalor jenis c? Persamaan
(4-5) dapat ditulis menjadi
sehingga
Jadi, satuan kalor jenis adalah
J/kg oC atau J/kg K. Di samping itu, satuan kalor jenis juga dapat
dinyatakan dengan kal/goC.
Apakah
yang disebut kalor jenis? Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan
untuk menaikkan suhu 1 kg suatu zat sebesar 1oC atau 1 K. Pada suhu
15oC dan tekanan 1 atm, kalor jenis air adalah c = 1 kkkal/kg oC = 4.200 J/kg K. Artinya, untuk
menaikkan suhu 1 kg air sebesar 1oC atau 1 K diperlukan kalor sebanyak
1 kkal atau 4.200 J. Tabel 1 menunjukkan kalor jenis beberapa zat. Harga kalor
jenis bergantung pada suhu dan tekanan. Akan tetapi, untuk perubahan suhu yang
tidak terlalu besar kalor jenis dianggap tetap.
Tabel 1 Kalor Jenis
Zat
|
Zat
|
Kalor Jenis (J/kg K)
|
|
Aluminium
Tembaga
Kaca
Besi atau Baja
Timah hitam
Marmer
Perak
Kayu
Alkohol (etil)
Raksa
Es
Air
Udara
|
900
390
670
450
130
860
230
1.700
2.400
140
2.100
4.200
1.000
|
Berdasarkan Tabel 1 tampak bahwa
air adalah zat yang kalor jenisnya paling tinggi. Artinya, jika dibandingkan
dengan zat lain untuk massa
dan kenaikan suhu yang sama, air mampu mengambil kalor yang lebih besar apabila
air bersentuhan dengan benda yang suhunya lebih tinggi. Jadi, air merupakan
bahan yang baik sekali untuk menyimpan energi panas. Air juga merupakan
pendingin yang baik. Itulah sebabnya air dipilih sebagai bahan pendingin
radiator mesin mobil. Pada siang hari ketika terik matahari, air dalam danau
masih terasa dingin meskipun udara di sekitarnya terasa panas. Hal ini karena
kalor jenis air lebih tinggi daripada udara di sekelilingnya, sehingga udara
lebih cepat naik suhunya daripada air.
Perubahan Wujud
Kalor dapat
mengubah wujud zat. Kalian tentu masih ingat bahwa zat dapat berwujud padat,
cair atau gas. Perubahan wujud zat bergantung pada jumlah kalor yang diterima
atau jumlah kalor yang dilepaskan oleh zat yang bersangkutan. Zat padat dapat
berubah wujud menjadi zat cair apabila zat itu menerima kalor. Zat cair dapat
berubah wujud menjadi gas apabila zat itu menerima kalor. Sebaliknya, gas dapat
berubah wujud menjadi zat cair apabila melepaskan kalor. Zat cair dapat berubah
wujud menjadi zat padat apabila melepaskan kalor. Sebagai contoh, es (zat
padat) berubah wujud menjadi air (zat cair) apabila dipanaskan. Artinya, es
menerima kalor. Air (zat cair) berubah wujud menjadi uap (gas) apabila
dipanaskan. Artinya, air menerima kalor. Sebaliknya, uap air akan berubah wujud
menjadi air apabila didinginkan. Artinya, uap air melepaskan kalor. Air (zat
cair) akan berubah wujud menjadi es (zat padat) apabila didinginkan. Artinya, air
melepaskan kalor.
Menguap
Apabila sejumlah
air dipanaskan terus-menerus, air akan menguap. Hal ini menunjukkan bahwa
menguap memerlukan kalor. Untuk menunjukkan bahwa pada waktu menguap zat
memerlukan kalor, kalian dapat memanaskan air dalam bejana dengan menggunakan
pembakar spiritus. Setelah pembakar spiritus dinyalakan dan ditunggu beberapa
saat, kalian akan melihat uap muncul pada permukaan air.
Ambillah
beberapa tetes spiritus atau alkohol dengan pipet kemudian teteskan pada
tangan. Rasakan apa yang terjadi pada kulit yang basah karena spiritus atau
alkohol. Apakah kulit kalian terasa dingin? Jika tangan terasa dingin dan
jumlah alkohol berkurang, berarti spiritus atau alkohol telah menguap. Mengapa kulit tempat spiritus atau alkohol
terasa dingin? Spiritus menguap memerlukan kalor. Kalor yang diperlukan berasal
dari tangan. Karena kehilangan kalor untuk proses penguapan spiritus tangan
menjadi dingin.
Bagaimanakah cara
mempercepat proses penguapan? Proses penguapan dapat dipercepat dengan beberapa
cara, yaitu: memanaskan, memperluas permukaan, mengalirkan udara pada permukaan
zat cair, dan mengurangi tekanan pada permukaan zat cair.
(1)
Memanaskan
Seperti telah
diuraikan di depan, semakin besar kalor yang diterima oleh suatu zat semakin
besar pula gerakan molekul-molekulnya. Dengan memanaskan zat berarti kita telah
memberikan tambahan kalor pada zat itu. Dengan demikian, molekul-molekul zat
cair menjadi cepat bergerak sehingga semakin cepat pula meninggalkan permukaan
zat cair.
(2)
Memperluas Permukaan
Memperluas
permukaan zat cair untuk mempercepat proses penguapan sering dilakukan orang.
Misalnya, saat mendinginkan tes panas yang akan segera diminum. Teh panas yang
ditempatkan dalam piring akan lebih cepat menguap daripada teh panas dalam gelas. Mengapa demikian?
Permukaan piring yang lebih luas menyebabkan molekul-molekul zat cair yang
berhubungan dengan udara lebih banyak.Akibatnya, molekul-molekul zat cair yang
dapat melepaskan diri ke udara juga semakin banyak.
(3)
Mengalirkan udara pada permukaan zat cair
Supaya teh panas
yang akan diminum cepat dingin, biasanya kita meniupkan udara pada permukaannya. Pakaian basah yang dijemur
akan cepat kering apabila ada angin bertiup. Udara yang bertiup pada permukaan
teh panas menyebabkan molekul-molekul teh panas cepat bergerak meninggalkan
permukaannya. Angin yang bertiup pada pakaian basah menyebabkan molekul-molekul
air lebih mudah meninggalkan pakaian sehingga pakaian menjadi cepat kering.
(4) Mengurangi tekanan pada permukaan zat cair
Teh panas yang berada dalam gelas terbuka lebih
cepat dingin daripada teh panas yang berada dalam gelas tertutup. Mengapa
demikian? Tekanan udara pada gelas tertutup lebih besar daripada tekanan udara
pada gelas terbuka. Pada tekanan yang lebih besar molekul-molekul air sukar melepaskan
diri dari permukaannya. Pada tekanan yang lebih kecil molekul-molekul air mudah
melepaskan diri dari permukaannya. Jadi, apabila tekanan pada permukaan zat
semakin kecil zat cair itu semakin mudah menguap.
Berdasarkan uraian tentang cara mempercepat proses penguapan dapat
disimpulkan bahwa penguapan zat cair dapat terjadi pada sembarang suhu.
Mengembun
Mengembun adalah proses perubahan wujud dari gas
menjadi cair. Zat dapat mengembun apabila suhu turun, sedangkan suhu turun
terjadi apabila zat itu melepaskan kalor. Ada dua contoh peristiwa mengembun
dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kalian memasukkan pecahan-pecahan es ke
dalam gelas, sisi luar gelas mula-mula kering. Akan tetapi, beberapa saat
kemudian pada bagian sisi luar gelas terdapat bintik-bintik air. Ketika kalian
naik mobil pada saat cuaca cerah, kaca jendela mobil bagian dalam masih kering.
Akan tetapi, ketika hujan turun kaca mobil bagian dalam menjadi buram. Apabila
kalian menempelkan telapak tangan pada kaca, telapak tangan menjadi basah.
Bagimana kedua peristiwa ini dapat dijelaskan?
Barangkali kita berfikir
bahwa es yang mencair mampu menembus gelas sehingga sisi luar gelas menjadi basah. Demikian pula peristiwa yang
terjadi pada kaca mobil ketika hujan: air hujan dapat memasuki kaca melalui
pori-pori kaca. Akan tetapi, cara berfikir kita salah. Udara di sekitar kita
banyak mengandung uap air. Ketika uap air bersentuhan dengan benda-benda yang
lebih dingin (suhunya rendah), uap air
melepaskan kalor. Kalor yang dilepaskan ini diterima oleh uap air di sekitar
gelas atau kaca mobil. Ketika uap air melepaskan kalor suhunya turun sehingga
uap air berubah menjadi bintik-bintik air.
Mendidih
Mendidih adalah proses perubahan wujud dari zat
cair menjadi gas (uap). Mendidih terjadi pada seluruh bagian zat cair. Zat cair
dikatakan menguap apabila molekul-molekulnya sebagian meninggalkan permukaan
zat cair tersebut. Apabila suhu zat cair dinaikkan, penguapan dapat terjadi di
seluruh bagian zat cair. Molekul-molekul zat cair membentuk uap dalam bentuk
gelembung-gelembung udara. Gelembung-gelembung ini dapat terjadi di seluruh
bagian zat cair.
Apabila
pemanasan dilanjutkan, gelembung-gelembung udara akan naik ke permukaan zat
cair dan akhirnya pecah. Apabila hal ini terjadi, zat cair dikatakan mendidih.
Jadi, zat cair dikatakan mendidih apabila gelembung-gelembung uap terjadi di
seluruh bagian zat cair dan meninggalkan zat cair. Pada saat mendidih suhu zat
cair tidak berubah, meskipun kalor diberikan terus-menerus. Untuk membuktikan
hal ini, kalian dapat melakukan Kegiatan 4
|
Alat dan Bahan
Gelas kimia, termometer skala Celsius, statif, pembakar spiritus, kaki
tiga, kawat kasa, dan air 50 mL
Prosedur Percobaan
- Tuangkan
air ke dalam gelas kimia dan catatlah suhunya. Selanjutnya, letakkan gelas
kimia di atas kaki tiga dengan menggunakan alas kawat kasa.
- Pasang termometer pada statif dan masukkan termometer ke dalam air tanpa menyentuh dasar gelas.
- Panaskan air dengan menggunakan pembakar spiritus. Perhatikan perubahan suhu air dari skala yang ditunjukkan oleh termometer hingga air mendidih.
- Setelah air mendidih, apakah terjadi perubahan suhu?
Berdasarkan Kegiatan 4 dapat
disimpulkan bahwa kenaikan suhu hanya terjadi ketika air mulai dipanaskan
sampai air mendidih. Setelah air mendidih, tidak terjadi perubahan suhu. Ketika
air sudah mendidih, kalor yang diberikan hanya digunakan untuk mengubah wujud
zat: dari zat cair menjadi uap. Suhu zat cair pada saat mendidih dinamakan
titik didih.
Berapakah
kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud zat dari cair menjadi uap pada titik
didihnya? Hasil percobaan menunjukkan bahwa kalor yang diperlukan untuk
mengubah wujud zat dari cair menjadi uap pada titik didihnya bergantung pada massa zat dan kalor uap
zat yang bersangkutan. Kalor uap merupakan salah satu sifat zat. Kalor uap
adalah banyaknya kalor (dengan satuan joule) yang diperlukan untuk menguapkan 1
kg zat pada titik didihnya. Satuan kalor
uap adalah J/kg.
Untuk
menguapkan zat cair dengan massa
m pada titik didihnya diperlukan
kalor sebanyak
Q = mL, (4-6)
dengan L dinamakan kalor uap zat yang bersangkutan. Harga kalor uap untuk
beberapa zat disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2 Kalor Uap
Beberapa Zat
|
Nama Zat
|
Titik Didih Normal (oC)
|
Kalor Uap (J/kg)
|
|
Alkohol
Raksa
Air
Timbal
Perak
Emas
Tembaga
|
78
357
100
1.750
2.193
2.660
1.187
|
854.000
272.000
2.256.000
871.000
2.336.000
1.578.000
5.069.000
|
Hal yang sama terjadi pada saat
zat cair mengembun. Kalor yang dilepaskan uap tidak digunakan untuk menurunkan
suhu, tetapi digunakan untuk mengubah wujud zat cair dari uap menjadi cair.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa kalor yang dilepaskan untuk mengubah wujud
zat dari uap menjadi cair pada titik embunnya bergantung pada massa zat dan kalor embun zat yang
bersangkutan. Kalor embun merupakan salah satu sifat zat. Kalor embun adalah
banyaknya kalor (dengan satuan joule) yang dilepaskan untuk mengembunkan 1 kg
zat pada titik embunnya. Satuan kalor
embun adalah J/kg. Setiap zat yang jenisnya sama, besarnya kalor uap sama sama
dengan kalor embun dan titik uapnya sama dengan titik didihnya. Oleh karena
itu, untuk proses pengembunan tetap berlaku Persamaan (4-5), dengan L menunjukkan kalor embun.
Melebur dan Membeku
Melebur
adalah proses perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Pada saat melebur,
zat memerlukan kalor. Sebaliknya, membeku adalah proses perubahan wujud zat
dari cair menjadi padat. Pada saat membeku, zat melepaskan kalor. Kedua
peristiwa ini dapat dipelajari melalui Kegiatan 5 berikut ini.
|
Alat dan Bahan
bejana kaca, tabung reaksi, beberapa lilin (parafin), termometer, statif,
stopwatch, pembakar spiritus, kawat kasa, kaki tiga, dan air secukupnya.
Prosedur Kegiatan
- Panaskan sejumlah air dengan bejana kaca sampai air mendidih.
- Isilah tabung reaksi dengan potongan-potongan lilin dan masukkan ujung bawah tabung reaksi ke dalam air mendidih. Untuk mengukur suhu, masukkan termometer ke dalam tabung reaksi. Bacalah kenaikan suhu lilin setiap menit sampai seluruh lilin mencair.
- Setelah seluruh lilin mencair, keluarkan tabung reaksi dari bejana kaca dan jepitlah dengan statif.
- Bacalah
penurunan suhu lilin setiap menit
sampai lilin membeku.
- Untuk
proses pemanasan dan pendinginan lilin, buatlah grafik hubungan suhu
terhadap waktu.
Berdasarkan Kegiatan 5 dapat disimpulkan bahwa pada proses melebur
memerlukan kalor. Selama proses melebur, meskipun kalor diberikan terus-menerus
suhu zat tidak berubah. Kalor yang diterima bukan digunakan untuk menaikkan
suhu, tetapi digunakan untuk mengubah wujud zat dari padat menjadi cair. Sebaliknya, pada proses membeku zat melepaskan kalor dan
selama proses membeku suhu zat tidak berubah.
. Jumlah kalor (dengan
satuan joule) yang diperlukan untuk meleburkan 1 kg zat pada titik leburnya
dinamakan kalor lebur. Satuan kalor
lebur adalah J/kg. Jumlah kalor (dengan satuan joule) yang dilepaskan untuk
membekukan 1 kg zat pada titik bekunya dinamakan kalor beku. Setiap zat yang
jenisnya sama, besarnya kalor lebur sama dengan kalor beku dan titik leburnya
sama dengan titik bekunya. Oleh karena itu, untuk proses melebur tetap berlaku
Persamaan (4-6), dengan L menunjukkan
kalor lebur. Harga kalor lebur untuk beberapa zat disajikan pada Tabel 4.3.
Tabel 3 Kalor Lebur
Beberapa Zat
|
Nama Zat
|
Titik Lebur Normal (oC)
|
Kalor Lebur (J/kg)
|
|
Etanol
Raksa
Air
Timbal
Perak
Emas
Tembaga
|
−114
− 39
0
327
961
1.063
1.083
|
104.000
12.000
336.000
24.500
88.000
64.000
134.000
|
Azas Black
Apa
yang terjadi apabila dua zat yang berbeda suhunya dicampur dalam wadah yang
terisolasi dari lingkungan sekitarnya? Sebagaimana telah diuraikan di depan, kalor mengalir dari suhu tinggi ke
suhu rendah. Artinya, zat yang suhunya tinggi akan melepaskan kalor dan zat
yang suhunya rendah akan menerima kalor. Kalor yang dilepaskan oleh zat yang
bersuhu tinggi sama dengan kalor yang diterima oleh zat yang bersuhu rendah.
Pernyataan ini mula-mula dikemukakan oleh fisikawan Inggris, Joseph Black
(1728-1799), sehingga dikenal sebagai asas Black. Secara sederhana, azas Black
dapat dirumuskan sebagai berikut:
Qdilepaskan = Qditerima (4-7)
Jadi, apabila dua zat yang berbeda suhunya dicampur kedua zat itu akhirnya
akan memiliki suhu yang sama. Untuk memahami penerapan Azas Black, perhatikan
contoh soal berikut.
Contoh Soal
Sepotong logam aluminium yang massanya 0,25 kg dipanaskan sampai 100oC,
kemudian dimasukkan ke dalam bejana yang berisi 0,2 kg air dengan suhu 25oC.
Apabila pertukaran kalor hanya terjadi antara aluminium dan air, berapakah suhu
akhir yang dapat dicapai? Diketahui, kalor jenis aluminium 900 J/kgoC
dan kalor jenis air 4.200 J/kgoC.
Penyelesaian
Karena suhu aluminium lebih tinggi daripada suhu air, sehingga ketika
keduanya dicampur aluminium akan melepaskan kalor dan air akan menerima kalor.
Misalnya, suhu akhir yang dapat dicapai adalah toC. Dengan demikian, suhu aluminium turun dari 100oC
menjadi toC. Sebaliknya,
suhu air naik dari 25oC
menjadi toC. Perhatikan
diagram di bawah ini.
aluminium, 100oC
suhu akhir, toC
air, 25oC
Aluminium
Kalor jenis c1 = 900 J/kgoC
Perubahan suhu ∆t1 = (100 – t)oC
Aluminium melepaskan kalor :

Air
Kalor jenis c2 = 4.200 J/kgoC
Perubahan suhu ∆t2 =
(t –25)oC
Air menerima kalor :
Berdasarkan Asas Black, Qlepas = Qterima. Jadi,

Jadi,
suhu akhir yang dapat dicapai adalah 40,8oC.
Ø Suhu
merupakan suatu besaran yang menunjukkan ukuran derajat panas atau dinginnya
suatu benda.
Ø
Alat
untuk mengukur suhu dinamakan termometer.
Ø
Hubungan
antara skala suhu termometer Fahrenheit dan Celsius adalah
Ø Hubungan
antara skala suhu termometer Kelvin dan Celsius adalah
Ø
Kalor adalah energi yang berpindah dari satu
benda ke benda lain karena adanya perbedaan suhu.
Ø
Satuan kalor adalah kalori. Satu kalori (1 kal)
didefinisikan sebagai jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu
gram air dari 14,5oC menjadi 15,5oC.
Ø
Jumlah kalor (Q) yang diperlukan untuk
menaikkan suhu benda sebanding dengan massa
benda (m) dan sebanding dengan
kenaikan suhu (Dt). Secara matematis,
Ø
Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang
diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg suatu zat sebesar 1oC atau 1 K.
Satuan kalor jenis adalah J/kg oC atau J/kg K.
Ø
Proses penguapan dapat dipercepat dengan
beberapa cara, yaitu: memanaskan, memperluas permukaan, mengalirkan udara pada
permukaan zat cair, dan mengurangi tekanan pada permukaan zat cair.
Ø
Kalor uap adalah banyaknya kalor (dengan satuan
joule) yang diperlukan untuk menguapkan 1 kg zat pada titik didihnya. Satuan kalor uap adalah J/kg. Untuk
menguapkan zat cair dengan massa
m pada titik didihnya diperlukan
kalor sebanyak Q = mL, dengan L
dinamakan kalor uap.
Ø
Kalor yang dilepaskan oleh zat yang bersuhu
tinggi sama dengan kalor yang diterima oleh zat yang bersuhu rendah. Pernyataan
ini dikenal sebagai asas Black.
SUMBER: http:staff uny.ac.id